~

/
0 Comments

Tak terasa , kedekatan kita ini sudah setahun lebih ya. Kita tidak jelas, kadang teman biasa, kadang sahabat, dan kadang lebih dari teman. 
Ntah kenapa, perasaan ingin memilikimu masih tersusun rapi dihatiku.
Hey, apa kau tau. Bahwa aku masih sangat tersiksa dengan ketidakjelasan ini. Kadang kita jalan bareng layaknya orng pacaran. Kadang kita ilang kabar.
Ntahlah, akupun bingung.

   Dan pada suatu saat kau memiliki kekasih baru yg mungkin lebih sempurna dibanding aku.
Lalu aku? Aku tetap menjadi perindumu dalam diam. Seperti menjadi pengagum rahasia. Sebagai perempuan normal, aku merasa cemburu pada kedekatan kalian, aku cemburu pada seorang pria yang ku sayang, tapi aku sadar bahwa kapasitasku hanya seorang teman. Tak pantas untuk cemburu.
Sejak saat itu, kau tak pernah lagi menghubungiku. Bahkan untuk menanya kabarpun tak pernah.
Tapi bodohnya aku yg masih saja merindukanmu dan memperhatikanmu dalam diam.
Mungkin kau sudah bahagia dan nyaman dengan kekasih barumu itu, sampai kau lupa bahwa disini ada gadis bodoh yg meletakkan kebahagiaannya pada dirimu, yang menutup hatinya rapat rapat terhadap pria lain, yang setia menjadi pendengar yang baik buatmu.

Tak ada lagi sapaanmu sebelum tidur. Tak ada lagi pesan singkat basabasimu untuk mengingatkanku menjaga pola makan.
semua berubah sejak kehadiran wanita itu. Ya, wanita yng kini menggantikan posisiku sebagai wanita yang mengertikanmu.
Mungkin aku yang terlalu bodoh, karna aku tak bisa melupakanmu.
Kita tidak pernah punya hubungan spesial, tapi kau adalah sosok pria spesial dimataku. Mungkin aku memang bukan siapasiapamu. Aku hanya wanita yang memperhatikanmu dalam doa, yang diam diam sering menyebut namamu dalam doa, yang diam diam sering mengeluarkan airmatanya untukmu.

Apa kau tau itu? Tentu tidak. Kamu  sangat tidak perasa.

Beberapa bulan kita tidak pernah saling sapa, dan ku dengar kau telah putus dengan kekasihmu itu.
Dan aku masih berharap padamu? Sangat bodoh.
Sehari setelah kau putus dngan wanita itukau muncul kembali dalam kehidupanku. Apa  kau hanya menganggapku sebagai tempat pelarianmu? Apa kau pikir aku ini halte tempat kau datang dan pergi sesuka hati?

    Masih seperti biasa, kau menghampiriku dan bercerita tentang wanitamu itu tanpa rasa bersalah padaku. Salah? Aku yg salah, aku sampai lupa bahwa kita hanya teman biasa.
Aku masih tetap menjadi pendengar yang baik untukmu. Aku masih aku yang dulu. Tak berubah sedikitpun. Aku yang slalu peduli padamu, aku yang slalu memperhatikan gerak gerikmu.
Kau membagi hatimu ke banyak orang. Tanpa sadar bahwa disini ada aku yang butuh sepenuhnya hatimu. Yang Butuh perhatian darimu.

   Kau sangat egois. Tapi itu masih belum bisa merubah perasaanku ini.
Perasaan ingin memiliki, perasaan yang ingin menjadikanmu milikku. Perasaan yang tidak pernah berubah dari awal perkenalan kita sampai sekarang.
Kadang aku berfikir, kedekatan ini siasia. Kertidakjelasan ini menambah beban pikir. Kalau dari awal kau tak ingin menjadikanku wanita spesialmu mengapa harus ada perhatian lebih darimu, pertemuan lebih dari sekedar teman.
Kode kode seperti apalagi yang bisa membuatmu sadar? Sudah terlalu banyak kode yang ku keluarkan untukmu.

Tapi aku tau bahwa cinta tak harus memiliki. Bahwa cinta tak harus memandang status.
Tapi, salahkah aku jika aku ingin memilikimu, salahkah aku jika aku ingin dijadikan wanita yang slalu kau sebut namanya di depan temantemanmu, dan salahkah aku jika tulisan inipun termasuk kode untukmu.

                                                    Wanita yang selalu menyayangimu.        
                                                Walau harus merelakan kecewanya.



You may also like

No comments:

Powered by Blogger.