Ga kerasa masa putih abuabu udah berakhir . Bakalan kgn bgt sama masamasa itu , masa dimana gue mulai dewasa , mulai tau cinta , cita , sakithati , persahabatan.
Semuanya udah berlalu. Satu persatu sahabat bakalan pergi, semua cari kesuksesan.

Dari mulai dihukum sama guru bareng2, bolos pelajaran, makan dikantin bareng2, semuanya adalah memori yg ga akan pernah dilupain.
Dan sekarang, semua pada berpencar. Ada yg tetep disini, ada yg lanjut diluar, ada yg kerja.

Hari ini yg jelas perasaan gue sedih campur seneng. Sedih bakalan pisah sama mereka, bakalan jarang ketemu. Karna bakalan ada kesibukan masing2 untuk meraih kesuksesan.
Senengnya hari ini, tadi kita happy banget. Dan di sekolah gue (SMK N 1 Pangkalpinang ) lulus 100% dengan nilai yg sangat memuaskan. Dan sekolah gue urutan pertama diantara sekolah lainnya di babel.
Bangga aja gitu kan. Hahaha

Yg gue harapin, gue dan temen2 lainnya bakalan jadi orng sukses , dan kalo sukses, semoga ga ada yg sombong.

Mengapa harus kecewa lagi? Mengapa harus sakit hati lagi?
Aku rasa, aku sudah terlalu sering dikecewakan. Lalu? Mengapa harus aku lagi yg merasakannya?

Mungkin aku yg salah karena terlalu mudah mempercayai seseorang yg berkata akan membahagiakanku, seseorang yg mudah mengubar janji tanpa ditepati, seseorang yg ku kira berbeda dengan pria yg pernah membuatku benar-benar kecewa.

Kali ini, aku harus dengan tegar menghadapi kenyataan bahwa aku kembali dikecewakan. Ya, rasanya sangat mustahil jika aku tak merasa sakithati.
Lagi dan lagi aku merasakan kecewa, lagi dan lagi aku harus bersabar.

Sangat lelah memang, aku kira kau adalah sosok yg akan benar-benar memperjuangkanku , yang akan benar-benar menghargaiku , yang akan merubah abuabuku menjadi berwarna.
aku salah besar. Nyatanya? Kamu sama seperti pria lainnya.

Hari ini saat aku terbangun dari tidurku, aku mulai tebiasa untuk tak melihat ponselku, karna aku yakin, tak akan ada satupun pesan singkat darimu, percakapan darimu, semangat darimu.

Semenjak seminggu ini, aku memang sedang melatih diriku untuk sedikit demi sedikit melupakanmu.
Itu memang tak mudah, semuanya sangat sulit kulakukan. Aku yg sudah terbiasa menerima pesan singkat darimu, kini harus membiasakan untuk tidak mengharapkan itu.

Kamu mulai berubah. Tak seperti pertama saat aku mengenal sosokmu, kini perhatianmu sedikit demi sedikit hilang, tak adalagi candaanmu yg membuatku tertawa tak jelas. tak adalagi kamu dan kepedulianmu.

Kamu seolah-olah seperti seseorang yg ingin meninggalkan wanita bodoh yg berada dalam keadaan sedang sayang-sayangnya. Yg sedang dalam posisi takut kehilangan.
Kenapa kau setega itu, aku selalu berusa untuk mempertahankan semuanya, bukankah dulu kau yg memintaku berjanji untuk tidak meninggalkanmu? Bukankah dulu kau yg memintaku untuk selalu bersamamu? Dan sekarang kau perlahan menyuruhku untuk pergi meninggalkanmu.

Kamu tau kenapa tittle entrynya Rindu?
Aku sedang rindu, rindu kamu, rindu perhatianmu, rindu candaan garingmu.

Kamu sadar gak, akhir-akhir ini kamu berubah. Aku tak tau apa penyebabnya, belakangan ini aku terlalu lelah untuk berjuang sndirian.
Aku hanya ingin kamu dengan kepedulianmu. Kamu seperti sudah kehilangan selera untuk mencintaiku.
Seperti sudah bosan untuk menjalani harihari bersama diriku.

Bulan lalu, kau memintaku untuk tidak mengecewakanmu. Aku sudah melakukannya , tapi kamu yang menghancurkannya.

Jika kau tak ingin lagi ada aku dalam hariharimu, aku siap. Aku sudah telalu sering tersakiti. Terutama jika penyebabnya kamu. Aku tak akan memaksamu untuk tetap tinggal diharihariku. karna aku tau rasanya berada dalam sesuatu dimana kita sudah tidak nyaman ada didalamnya.

Mungkin kau tak bisa menerima sifat kekanak-kanakan ku, sifat egoisku. Aku memang bukan wanita sempurna. Kekuranganku lebih banyak dibandingkan kelebihanku.
Aku juga hidup bukan untuk mencintai yg sempurna. Tapi mencintai orang yg tidak sempurna dengan cara yang sempurna.

Sayang, aku tak sanggup jika harus mengakhiri ini semua, aku lelah jika harus membuka hatiku untuk lakilaki baru, mempercayai lelaki baru, memahami sifat lelaki baru. Itu tak mudah. Aku sudah terlalu sering dikecewakan.

Tapi sayang, aku juga sangat tak sanggup jika harus berjuang sendirian, bertahan sendrian, sedangkan kau tak pernah menggubrisku, kau terlihat seperti seseorang yg sudah tak ingin lagi dipertahankan.

Jika ingin pergi, pergilah. Aku tak akan mungkin membiarkanmu terpaksa untuk bertahan. Tak usah pikirkanku,  Biarlah aku menyimpan semuanya sendiri. Biarlah aku yg akan kecewa.

Kadang datang kadang pergi , kadang menggenggamku erat kadang melemparkanku begitu saja . Sudah pasti itu kamu. Seperti hari ini, Semua terjadi tibatiba.

Kamu kembali menghubungiku. Padahal semua upaya sudah ku lakukan untuk menghilang darimu. Tapi kamu cukup bertanya "apa kabar" Aku langsung jatuhcinta lagi.
Kamu menumbuhkan perasaan yg pernah aku punya,

Aku tidak mungkin tidak membalasmu, Aku tau banget aku membutuhkanmu disini.
Kamu bercerita lagi, kamu mengeluarkan candaan yg aku suka waktu dulu.

Aku hanya Kangen saja denganmu. katamu santai. Sesantai itu kamu mengucapkannya. kamu tidak tau selama itu aku sekarat?

Setiap kali kamu datang , lalu pergi. Datang lagi , kemudian kembali pergi.
Aku slalu kebagian Giliran menunggu dan memahami sifatmu.

setelah ini aku akan mengembalikanmu ke pemilikmu. Kamu tidak boleh kumiliki. Seseorang tidak akan bahagia bila harus pergi kesana kemari.
Kamu sudah mempunyai yang cukup, kenapa harus berharap yg lebih?

Saatnya kamu pindah kerumahmu yg sebenarnya, disisinya. Kasihan hati kamu,
Aku memang terluka, tapi aku tau, dia lebih Sulit melepaskan genggamanmu.

Berat? Sangat!
Daridulu kamu kujaga baik-baik , ku simpan Erat dalam hati, kusayangi, kupeluk Waktu dingin tiba, saat tak ada seorangpun yang tau.

Sekarang, aku harus purapura melupakan itu semua. Purapura menganggap kamu sebagai orang yg tak lebih dari Orang asing. Purapura mengenyahkan fakta kita pernah bersama

Aku bisa rela kok kalau harus melihatmu tersenyum bersama dia. Karna kamu harus bahagia. Itu saja:)

-CindyJ

Ga lama lagi juga pasti bakalan terbiasa:')
Dan kalo udah terbiasa , gue bakalan biasa.
Kalo udah biasa , rasanya juga ikut biasa.

Sesuatu yang kecil bisa menyelinap dan menghancurkan dari dalam. Dan yang paling menakutkan adalah, semuanya terjadi tanpa sempat kamu sadari.

Ironis rasanya mengetahui bagaimana seorang manusia bisa dengan percaya diri dan mudahnya melewati sebuah badai yang besar. Namun dalam waktu yang sama mengetahui ada beberapa pasang manusia yang bisa hancur hanya karena kerikil kecil.

Sepasang manusia yang akhirnya rela saling melepaskan genggaman tangan hanya karena ancaman kerikil kecil, padahal sebelumnya pernah melewati puluhan badai yang luar biasa besarnya berdua. Logikanya, sepasang manusia yang berhasil melewati badai berdua atas nama cinta pasti lebih bisa melewati kerikil kecil. Namun sekali lagi, cinta seringkali tak sejalan dengan logika.

Badai yang besar harusnya malu kepada kerikil kecil. Dan sepasang manusia yang kehilangan cinta hanya karena kerikil kecil, akan tertutup mukanya oleh pasir yang terbawa angin badai.

Aku tak ingin malu di depan badai dan kerikil, beserta pasir yang senantiasa menyertai mereka.

Sebuah cinta, semestinya lebih digdaya dari badai dan kerikil yang melanda.

Kepada kamu, genggam tanganku. Kita lewati badai, kita langkahi kerikil.

-@landakgaul

Tak terasa , kedekatan kita ini sudah setahun lebih ya. Kita tidak jelas, kadang teman biasa, kadang sahabat, dan kadang lebih dari teman. 
Ntah kenapa, perasaan ingin memilikimu masih tersusun rapi dihatiku.
Hey, apa kau tau. Bahwa aku masih sangat tersiksa dengan ketidakjelasan ini. Kadang kita jalan bareng layaknya orng pacaran. Kadang kita ilang kabar.
Ntahlah, akupun bingung.

   Dan pada suatu saat kau memiliki kekasih baru yg mungkin lebih sempurna dibanding aku.
Lalu aku? Aku tetap menjadi perindumu dalam diam. Seperti menjadi pengagum rahasia. Sebagai perempuan normal, aku merasa cemburu pada kedekatan kalian, aku cemburu pada seorang pria yang ku sayang, tapi aku sadar bahwa kapasitasku hanya seorang teman. Tak pantas untuk cemburu.
Sejak saat itu, kau tak pernah lagi menghubungiku. Bahkan untuk menanya kabarpun tak pernah.
Tapi bodohnya aku yg masih saja merindukanmu dan memperhatikanmu dalam diam.
Mungkin kau sudah bahagia dan nyaman dengan kekasih barumu itu, sampai kau lupa bahwa disini ada gadis bodoh yg meletakkan kebahagiaannya pada dirimu, yang menutup hatinya rapat rapat terhadap pria lain, yang setia menjadi pendengar yang baik buatmu.

Tak ada lagi sapaanmu sebelum tidur. Tak ada lagi pesan singkat basabasimu untuk mengingatkanku menjaga pola makan.
semua berubah sejak kehadiran wanita itu. Ya, wanita yng kini menggantikan posisiku sebagai wanita yang mengertikanmu.
Mungkin aku yang terlalu bodoh, karna aku tak bisa melupakanmu.
Kita tidak pernah punya hubungan spesial, tapi kau adalah sosok pria spesial dimataku. Mungkin aku memang bukan siapasiapamu. Aku hanya wanita yang memperhatikanmu dalam doa, yang diam diam sering menyebut namamu dalam doa, yang diam diam sering mengeluarkan airmatanya untukmu.

Apa kau tau itu? Tentu tidak. Kamu  sangat tidak perasa.

Beberapa bulan kita tidak pernah saling sapa, dan ku dengar kau telah putus dengan kekasihmu itu.
Dan aku masih berharap padamu? Sangat bodoh.
Sehari setelah kau putus dngan wanita itukau muncul kembali dalam kehidupanku. Apa  kau hanya menganggapku sebagai tempat pelarianmu? Apa kau pikir aku ini halte tempat kau datang dan pergi sesuka hati?

    Masih seperti biasa, kau menghampiriku dan bercerita tentang wanitamu itu tanpa rasa bersalah padaku. Salah? Aku yg salah, aku sampai lupa bahwa kita hanya teman biasa.
Aku masih tetap menjadi pendengar yang baik untukmu. Aku masih aku yang dulu. Tak berubah sedikitpun. Aku yang slalu peduli padamu, aku yang slalu memperhatikan gerak gerikmu.
Kau membagi hatimu ke banyak orang. Tanpa sadar bahwa disini ada aku yang butuh sepenuhnya hatimu. Yang Butuh perhatian darimu.

   Kau sangat egois. Tapi itu masih belum bisa merubah perasaanku ini.
Perasaan ingin memiliki, perasaan yang ingin menjadikanmu milikku. Perasaan yang tidak pernah berubah dari awal perkenalan kita sampai sekarang.
Kadang aku berfikir, kedekatan ini siasia. Kertidakjelasan ini menambah beban pikir. Kalau dari awal kau tak ingin menjadikanku wanita spesialmu mengapa harus ada perhatian lebih darimu, pertemuan lebih dari sekedar teman.
Kode kode seperti apalagi yang bisa membuatmu sadar? Sudah terlalu banyak kode yang ku keluarkan untukmu.

Tapi aku tau bahwa cinta tak harus memiliki. Bahwa cinta tak harus memandang status.
Tapi, salahkah aku jika aku ingin memilikimu, salahkah aku jika aku ingin dijadikan wanita yang slalu kau sebut namanya di depan temantemanmu, dan salahkah aku jika tulisan inipun termasuk kode untukmu.

                                                    Wanita yang selalu menyayangimu.        
                                                Walau harus merelakan kecewanya.

Hallo . Ini tulisan pertamaku yaa, sebenernya blog ada tiga , karna aku orangnya pelupa , jadi lupa password. Dan terpaksa harus pakai blog baru.

"Aku orangnya pelupa"??? Iya aku memang pelupa jika itu tentang email dan passwordku. Tapi jika tentangmu? Susah sekali rasanya menjadi pelupa.
Susah sekali rasanya untuk tak mengingat senyummu, wajahmu, caramu membuatku nyaman didekatmu.

Itu baru tentangmu. Bagaimana tentang kita? Sekalipun dipaksa, tetap saja sulit untuk melakukannya.

Oh iya, sebenarnya banyak sekali yg ingin aku  ceritakan hari ini.
Tentangku , tentangmu , tentang kita.
Aku berharap kamu membaca tulisanku.
Ya walaupun tulisan2nya menurutmu lebay, norak , ga jelas atau apalah apalah haha

Powered by Blogger.