Cinta? Terhitung dari hari ini aku benci yang namanya cinta. Cinta telah merubah hidupku menjadi bodoh. Bahagia? Itu tidak salah. Cinta memang bisa membuat bahagia, membuat orang bodoh menjadi pintar, membuat orang pintar menjadi bodoh. Dan sekarang yang sedang aku rasakan karna cinta adalah kekecewaan. Padahal sebelumnya aku sudah pernah dikecewakan karena cinta, bahkan sudah terlalu sering. Lantas? Mengapa harus terulang lagi kekecewaan itu?

Bagiku jatuhcinta itu mudah, tapi menjalaninya yang sulit. Bulanlalu aku pernah sekarat dibuat oleh cinta. Aku pernah sesak nafas dibuat oleh cinta. Entah itu salahku atau bukan.
Yang jelas semua itu karena cinta.
Aku seseorang yang sangat berhatihati dalam menjatuhkan hati. Tapi sayang, ternyata aku belum mahir benarbenar memilih.
Aku jatuh cinta pada seseorang yang awalnya saja berkelakuan manis, aku jatuh cinta pada seseorang yg pertamakali saja membuat mataku berbinar-binar, aku jatuh cinta pada seseorang yang diawal memberiku kepercayaan bahwa cinta sejati masih ada. Tapi aku terlalu cepat mengambil keputusan bahwa luka tak akan ada lagi setelahnya.

Lalu? Semua terjadi sementara saja. Lagi lagi aku harus patah hati. Lagi lagi aku harus menyembuhkan hati. Aku terlalu lelah untuk semua itu.

Tuhan , jika kau izinkan aku untuk jatucinta lagi, jangan kau jatuhkan hatiku pada seseorang yang mahir mematahkan.

Selamat berbahagia masalaluku.
Selamat melangkah dan mulai bisa kembali tersenyum dengan perasaan yang baru.
Aku titipkan sebersit kisah-kisah kita.
Kisah pertama kali saat kita bertemu , kisah pertama kali saat kita saling menyapa. Kisah pertama kali saat kita saling menggenggam tangan masing-masing dengan eratnya rasa.

Aku tak tau apakah pilihan barumu itu lebih sempurna daripada aku yang dulu atau tidak. Tapi yang jelas aku sangat berharap kaua akan bahagia.

Cintailah ia seperti dirimu ingin memperbaiki ketidaksempurnaan cintamu padaku dulu. Belai lembut dirinya seperti kau membelai lembut diriku dulu. peluk erat tubuhnya seperti kau memeluk diriku dulu yg masih terasa hangat dihatiku.

Aku pernah berdoa untuk memintamu bahagia. Walau aku lupa meminta kepada Tuhan perihal siapa yang memberi kebahagiaan itu sendiri.

Jadi nanti ketika kau mampu tersenyum lebih ceria ketimbang biasanya , yakinilah bahwa doaku telah memintanya lebih dulu jauh sebelum kita dipisahkan.

Berbahagialah sayang. Walau kadang hati masih tak sanggup untuk melihatmu bahagia bersamanya. Tapi jika kau bahagia , aku akan sepenuh hati rela.

-CindyJ

Ga kerasa masa putih abuabu udah berakhir . Bakalan kgn bgt sama masamasa itu , masa dimana gue mulai dewasa , mulai tau cinta , cita , sakithati , persahabatan.
Semuanya udah berlalu. Satu persatu sahabat bakalan pergi, semua cari kesuksesan.

Dari mulai dihukum sama guru bareng2, bolos pelajaran, makan dikantin bareng2, semuanya adalah memori yg ga akan pernah dilupain.
Dan sekarang, semua pada berpencar. Ada yg tetep disini, ada yg lanjut diluar, ada yg kerja.

Hari ini yg jelas perasaan gue sedih campur seneng. Sedih bakalan pisah sama mereka, bakalan jarang ketemu. Karna bakalan ada kesibukan masing2 untuk meraih kesuksesan.
Senengnya hari ini, tadi kita happy banget. Dan di sekolah gue (SMK N 1 Pangkalpinang ) lulus 100% dengan nilai yg sangat memuaskan. Dan sekolah gue urutan pertama diantara sekolah lainnya di babel.
Bangga aja gitu kan. Hahaha

Yg gue harapin, gue dan temen2 lainnya bakalan jadi orng sukses , dan kalo sukses, semoga ga ada yg sombong.

Mengapa harus kecewa lagi? Mengapa harus sakit hati lagi?
Aku rasa, aku sudah terlalu sering dikecewakan. Lalu? Mengapa harus aku lagi yg merasakannya?

Mungkin aku yg salah karena terlalu mudah mempercayai seseorang yg berkata akan membahagiakanku, seseorang yg mudah mengubar janji tanpa ditepati, seseorang yg ku kira berbeda dengan pria yg pernah membuatku benar-benar kecewa.

Kali ini, aku harus dengan tegar menghadapi kenyataan bahwa aku kembali dikecewakan. Ya, rasanya sangat mustahil jika aku tak merasa sakithati.
Lagi dan lagi aku merasakan kecewa, lagi dan lagi aku harus bersabar.

Sangat lelah memang, aku kira kau adalah sosok yg akan benar-benar memperjuangkanku , yang akan benar-benar menghargaiku , yang akan merubah abuabuku menjadi berwarna.
aku salah besar. Nyatanya? Kamu sama seperti pria lainnya.

Hari ini saat aku terbangun dari tidurku, aku mulai tebiasa untuk tak melihat ponselku, karna aku yakin, tak akan ada satupun pesan singkat darimu, percakapan darimu, semangat darimu.

Semenjak seminggu ini, aku memang sedang melatih diriku untuk sedikit demi sedikit melupakanmu.
Itu memang tak mudah, semuanya sangat sulit kulakukan. Aku yg sudah terbiasa menerima pesan singkat darimu, kini harus membiasakan untuk tidak mengharapkan itu.

Kamu mulai berubah. Tak seperti pertama saat aku mengenal sosokmu, kini perhatianmu sedikit demi sedikit hilang, tak adalagi candaanmu yg membuatku tertawa tak jelas. tak adalagi kamu dan kepedulianmu.

Kamu seolah-olah seperti seseorang yg ingin meninggalkan wanita bodoh yg berada dalam keadaan sedang sayang-sayangnya. Yg sedang dalam posisi takut kehilangan.
Kenapa kau setega itu, aku selalu berusa untuk mempertahankan semuanya, bukankah dulu kau yg memintaku berjanji untuk tidak meninggalkanmu? Bukankah dulu kau yg memintaku untuk selalu bersamamu? Dan sekarang kau perlahan menyuruhku untuk pergi meninggalkanmu.

Kamu tau kenapa tittle entrynya Rindu?
Aku sedang rindu, rindu kamu, rindu perhatianmu, rindu candaan garingmu.

Kamu sadar gak, akhir-akhir ini kamu berubah. Aku tak tau apa penyebabnya, belakangan ini aku terlalu lelah untuk berjuang sndirian.
Aku hanya ingin kamu dengan kepedulianmu. Kamu seperti sudah kehilangan selera untuk mencintaiku.
Seperti sudah bosan untuk menjalani harihari bersama diriku.

Bulan lalu, kau memintaku untuk tidak mengecewakanmu. Aku sudah melakukannya , tapi kamu yang menghancurkannya.

Jika kau tak ingin lagi ada aku dalam hariharimu, aku siap. Aku sudah telalu sering tersakiti. Terutama jika penyebabnya kamu. Aku tak akan memaksamu untuk tetap tinggal diharihariku. karna aku tau rasanya berada dalam sesuatu dimana kita sudah tidak nyaman ada didalamnya.

Mungkin kau tak bisa menerima sifat kekanak-kanakan ku, sifat egoisku. Aku memang bukan wanita sempurna. Kekuranganku lebih banyak dibandingkan kelebihanku.
Aku juga hidup bukan untuk mencintai yg sempurna. Tapi mencintai orang yg tidak sempurna dengan cara yang sempurna.

Sayang, aku tak sanggup jika harus mengakhiri ini semua, aku lelah jika harus membuka hatiku untuk lakilaki baru, mempercayai lelaki baru, memahami sifat lelaki baru. Itu tak mudah. Aku sudah terlalu sering dikecewakan.

Tapi sayang, aku juga sangat tak sanggup jika harus berjuang sendirian, bertahan sendrian, sedangkan kau tak pernah menggubrisku, kau terlihat seperti seseorang yg sudah tak ingin lagi dipertahankan.

Jika ingin pergi, pergilah. Aku tak akan mungkin membiarkanmu terpaksa untuk bertahan. Tak usah pikirkanku,  Biarlah aku menyimpan semuanya sendiri. Biarlah aku yg akan kecewa.

Kadang datang kadang pergi , kadang menggenggamku erat kadang melemparkanku begitu saja . Sudah pasti itu kamu. Seperti hari ini, Semua terjadi tibatiba.

Kamu kembali menghubungiku. Padahal semua upaya sudah ku lakukan untuk menghilang darimu. Tapi kamu cukup bertanya "apa kabar" Aku langsung jatuhcinta lagi.
Kamu menumbuhkan perasaan yg pernah aku punya,

Aku tidak mungkin tidak membalasmu, Aku tau banget aku membutuhkanmu disini.
Kamu bercerita lagi, kamu mengeluarkan candaan yg aku suka waktu dulu.

Aku hanya Kangen saja denganmu. katamu santai. Sesantai itu kamu mengucapkannya. kamu tidak tau selama itu aku sekarat?

Setiap kali kamu datang , lalu pergi. Datang lagi , kemudian kembali pergi.
Aku slalu kebagian Giliran menunggu dan memahami sifatmu.

setelah ini aku akan mengembalikanmu ke pemilikmu. Kamu tidak boleh kumiliki. Seseorang tidak akan bahagia bila harus pergi kesana kemari.
Kamu sudah mempunyai yang cukup, kenapa harus berharap yg lebih?

Saatnya kamu pindah kerumahmu yg sebenarnya, disisinya. Kasihan hati kamu,
Aku memang terluka, tapi aku tau, dia lebih Sulit melepaskan genggamanmu.

Berat? Sangat!
Daridulu kamu kujaga baik-baik , ku simpan Erat dalam hati, kusayangi, kupeluk Waktu dingin tiba, saat tak ada seorangpun yang tau.

Sekarang, aku harus purapura melupakan itu semua. Purapura menganggap kamu sebagai orang yg tak lebih dari Orang asing. Purapura mengenyahkan fakta kita pernah bersama

Aku bisa rela kok kalau harus melihatmu tersenyum bersama dia. Karna kamu harus bahagia. Itu saja:)

-CindyJ

Ga lama lagi juga pasti bakalan terbiasa:')
Dan kalo udah terbiasa , gue bakalan biasa.
Kalo udah biasa , rasanya juga ikut biasa.

Powered by Blogger.